Di dunia yang penuh dengan ketidakpastian, mungkin dibenak kita pernah bertanya-tanya, mengapa kita dilahirkan kedunia ini, dunia yang sama sekali tidak ada jaminan untuk mendapatkan kedamaian dan kesejahteraan, kita dapat melihat fakta miris yang kita temui dari sejak membuka mata sampai dengan menutup mata setiap harinya, apa yang kita lihat hanyalah orang-orang yang hidup untuk bekerja dan bekerja, mencari materi setiap hari nya, kegiatan masyarakat di kota besar, kita lihat di jalan-jalan, dipenuhi orang-orang yang berharap bisa membawa uang untuk dibawa pulang untuk keluarganya di rumah, dapat kita lihat dari padatnya kendaraan bermotor di jam-jam yang sibuk.
Di media sosial pun, dapat kita lihat, begitu ramainya orang-orang yang live streaming, tanpa henti, dalam 24 jam, selalu ada orang yang menjual produk-produk viral tanpa lelah dan terus menerus bersemangat mengajak pengguna media sosial untuk membeli produk yang mereka tawarkan.
Fakta kebenaran yang mungkin terlintas di benak kita, dari kita melihat apa yang terjadi baik itu di dalam kehidupan nyata, maupun di dunia maya, manusia diciptakan oleh Sang Pencipta bertujuan untuk mencari rezeki, sama seperti halnya makhluk hidup lainnya, seperti halnya nya burung keluar pagi-pagi dari sarangnya, agar dapat membawa makanan yang bisa dibagikan untuk anak-anak nya.
Pertanyaannya sekarang, jika ada orang-orang yang beranggapan bahwa Tuhan menciptakan manusia bertujuan untuk menjadikan diri Nya sebagai Al Malik, yakni Raja bagi manusia, apakah kebanyakan manusia hari ini percaya dengan peranan Tuhan yang satu ini? Fakta yang dapat kita lihat hari ini, manusia bekerja untuk sistem yang membelenggunya, jika tidak mengikuti sistem yang membelenggu mereka, apakah mereka mampu untuk bertahan hidup?
Di era digital kita sering mendengar digitalisasi bagi UMKM, banyak UMKM yang beralih ke platform digital untuk berjualan, pertanyaannya apakah itu solusi atau malah menambah beribu-ribu masalah bagi UMKM? Fakta yang kita temukan hari ini, para pedagang kecil hari ini hanya bisa menerima keputusan platform yang menaungi mereka, yakni adanya kenaikan biaya-biaya yang dibebankan platform untuk mengikuti program mereka, agar mereka tetap bisa berjualan di platform tempat mereka membuka lapak, untuk dapat bertahan hidup, walaupun keuntungan sangat minim, lebih banyak memberikan jatah bagi platform, mau tidak mau tetap bertahan berjualan di platform tersebut, padahal jelas-jelas sudah memaksa UMKM untuk memberikan upeti yang begitu besar, dimana, sudah menjadi rahasia umum, tanpa biaya iklan, online shop, tidak mungkin bisa mempertahankan eksistensi nya, walaupun bisa juga secara organik berjualan, tapi tetap saja platform hanya memberikan prioritas bagi yang membayar lebih, dimana, UMKM harus mengikuti sistem kapitalis, tidak hanya UMKM, begitu juga affiliate, juga dipaksa mengikuti sistem dari algoritma yang dibuat masing-masing platform yang semakin hari semakin memberatkan para affiliate.
Inilah kondisi yang Tuhan tunjukkan kepada kita, siapa Raja yang berkuasa pada hari ini, peranan Tuhan pada hari ini hanyalah penonton, sama sekali tidak ada peranan sama sekali dalam mengatur manusia pada hari, pertanyaanmya, pantaskah Tuhan masih dianggap Raja bagi manusia, jika masih ada diantara manusia yang menganggap pantas, pertanyaannya sekarang, apakah hukum Tuhan yang diberlakukan bagi manusia pada hari ini, ataukah sebaliknya?
Mendengar hukum Tuhan diberlakukan, angan-angan kita pasti melayang ketika kondisi kemenangan yang diraih oleh Nabi Muhammad saw beserta para sahabatnya, hanya saja dalam kondisi hari ini, bicara kata Khilafah saja, sudah membuat ketakutan bagi sebagian orang, karena bicara Khilafah pasti akan dimusuhi dan ditentang habis-habisan, dianggap sebagai pengkhianat bagi negara, dan semacamnya, padahal hanya membicarakan tentang Khilafah, apalagi jika ada yang berani menegakkan Khilafah, sudah pasti akan dianggap ancaman bagi negara.
Kondisi hari ini, mau tidak mau, bagi kita yang mengharapkan dunia dipenuhi dengan kedamaian dan kesejahteraan, hanya bisa menyerahkan segala sesuatu pada kuasa Nya, karena tanpa kuasa Nya, selaku Raja bagi manusia, mana mungkin dunia dapat berubah menjadi kondisi yang damai sejahtera, yakni kondisi yang sejatinya diharapkan seluruh umat manusia, walaupun sebagian dari kita banyak memilih apatis, tapi jauh didalam lubuk hati yang paling dalam pasti merasakan kehidupan pada hari ini bukanlah kehidupan yang mudah, kehidupan yang dipenuhi dengan segala bentuk manipulasi dan kecurangan, kehidupan yang menindas yang lemah, kehidupan yang sejatinya bukan lagi ada peranan Tuhan yang mengatur segala sendi kehidupan, kehidupan dimana Tuan bukan lagi Al Malik, melainkan manusia bertangan besi lah yang berkuasa sebagai penguasa tertinggi menggantikan peranan Tuan sebagai Al Malik, Raja bagi manusia.
Kondisi hari ini lah yang semestinya kita renungi bersama, apa solusi nya? Apakah kita harus kembali kepada hukum Tuhan, ataukah memilih untuk apatis, apakah ada negara yang bersedia memberlakukan hukum Tuhan? Jika tidak ada, pertanyaan nya, apakah kondisi kehidupan manusia akan terus menerus seperti ini, apakah kondisi yang damai sejahtera hanyalah angan-angan yang semu? Jika itu hanyalah angan-angan semu, salahkah kita dilahirkan didunia ini? Siapa yang salah? Jika pokok permasalahan nya terletak pada manusia, kenapa manusia tidak mau kembali kepada Nya?
0 Comments