Ticker

6/recent/ticker-posts

Fakta yang perlu anda ketahui tentang Agama

 

Dalam kehidupan masyarakat di Indonesia, kita ketahui bersama, ada enam agama yang diakui keberadaannya di Indonesia, antara lain ; agama Hindu, agama Budha, agama Islam, agama Kristen, agama Konghucu, dan agama Yahudi.

Pertanyaannya bagi kita, apakah Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan agama ? Bagaimana mungkin Tuhan Sang Pencipta, satu-satunya pemilik alam semesta memiliki banyak ajaran atau keyakinan (agama) untuk mengimaninya ? Dikarenakan sifat Tuhan adalah Yang Maha Esa, artinya Tuhan sifatnya tunggal, dan satu-satunya, sehingga jika kita mau berfikir dengan menggunakan akal sehat kita, ajaran Tuhan itu satu (tunggal) dan berkuasa penuh akan segala sesuatu (monoteisme), seperti halnya diajarkan oleh Nabi Abraham (Ibrahim as), selaku Bapak lelulur kita sebagai umat beragama. Maka, jika kita mau berfikir lebih dalam, ajaran seperti apakah yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan  dapat mempersatukan seluruh umat beragama saat ini ?

Sebagaimana kita ketahui bersama tentang perjalanan sejarah peradaban manusia khususnya yang terjadi di Nusantara, yang merupakan sebutan awal bagi negara Indonesia atau sebelum Indonesia ada, dimana istilah tersebut  digunakan ketika era Kerajaan Majapahit.

Pada masa kejayaannya, menurut catatan sejarah, Nusantara adalah bangsa yang besar dan memiliki peranan penting dalam kancah politik global (internasional). Begitu pula, pada saat Khilafah Islamiyah yang di bangun oleh Rasulullah Muhammad mendunia pada abad ketujuh, di zaman kekhalifahan para sahabat Nabi sampai dengan kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad, tentunya, Nusantara pun menjadi kekuatan penting bagi dunia dan layak diperhitungkan keberadaannya, dikarenakan Nusantara adalah penghasil rempah-rempah, wangi-wangian, barus, emas dan semacamnya, yang mana komoditi tersebut menjadi komoditi unggulan di Nusantara, sehingga wajar jika Nusantara menjadi sangat penting keberadaannya di dunia.

Tentu saja, sudah seharusnya dalam kerja sama politik, Nusantara terlibat dalam misi Khilafah yang dibangun oleh Nabi Muhammad saw, yang dipimpin oleh para sahabat Nabi tersebut, seperti kita ketahui bersama, misi Khilafah adalah menundukkan semua bangsa dan negara agar tunduk kepada hukum Tuhan, apabila menolak atau melawan, tentu saja, sebagai negara yang perannya memiliki otoritas penuh di dunia, bisa dengan mudah menghancurkan dan meluluhlantakkan negara yang menolak konsep Khilafah, yaitu, memberlakukan hukum Tuhan diatas segala hukum buatan manusia. Hal tersebut dilakukan  dalam rangka  menyukseskan visi Islam dari segi politik (Khilafah), yaitu sebagai, 'rahmatan lil alamin', yang berarti, rahmat bagi alam semesta, bentuknya adalah menjadikan alam semesta beserta isinya, termasuk manusia di dalamnya, teratur, harmonis, damai, dan sejahtera, sehingga tidak ada ketidakteraturan dan kekacauan di dalamnya.

Secara garis besar, teori masuknya agama Islam menurut kajian para ahli ke Nusantara dapat dikelompokkan kedalam teori Gujarat, teori Arab, teori Cina, dan teori maritime. Dari teori-teori tersebut, dapat ditarik kesimpulan, Islam datang ke Indonesia melalui berapa jalur, yaitu ; perdagangan, perkawinan, dakwah, pendidikan, tasawuf, kesenian, politik, dan dakwah.

Walaupun begitu, masih banyak kekurangan dalam teori-teori tersebut, belum bisa menjelaskan secara menyeluruh tentang kebenaran masa lalu, apakah Islam sudah masuk ke Nusantara sebelum era Majapahit atau sebelum kedatangan para Wali Songo ? Ataukah dari semenjak dahulu, baik di era Nabi Musa as, Nabi Isa as, dan Nabi Muhammad as, yang di katakan dalam Al Qur'an mereka diperintahkan untuk menegakkan agama Allah (QS.42:13), pertanyaannya bagi kita, agama seperti apa yang dimaksud ? Benarkah pandangan demikian bahwa masyarakat Nusantara belum mengenal misi Khilafah (Kekuasaan;Kerajaan) yang dibawa dari semenjak Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad saw yang diplesetkan dalam konteks hari ini, menjadi agama, dan Islam seperti apakah  yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw yang disebarkan keseluruh penjuru dunia ?

Selain itu, yang perlu kita kritisi adalah, Apakah Islam yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul hanya berisikan tentang keyakinan (ajaran) yang bersifat individualis, dan berbentuk penyembahan (ritualisme) maupun kultus-kultus yang ditujukan kepada Nabi-nabinya, ataukah yang mereka bawa adalah Islam yang membawa misi Khilafah (politik) yang membawa misi 'rahmatan lil alamin' ?

Dalam Al Qur'an, sebetulnya, tidak menyebut 'Dinul Islam', sebagai sebuah agama, menurut etimologis (cabang ilmu bahasa yang menyelidiki asal usul kata), agama berasal dari kata Sansekerta, yang berarti, 'a' artinya tidak, dan 'gamma' artinya tidak kacau, dan di klaim berasal dari Hinduisme, yang diyakini sebagai keyakinan masa lalu Nusantara.

Dinul Islam sendiri, berasal dari kata 'Din' dan 'Al Islam', yang mana, 'Din' berarti undang-undang (QS.12:76), dan balasan (QS.1:4), sehingga, apabila ditarik kesimpulan, arti 'Din' adalah sebuah sistem, karena langit dan bumi pun dalam Al Qur'an dikatakan sudah 'aslama', asal kata dari Islam, yang berarti, tunduk patuh (berserah diri) kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan dikatakan mengapa manusia mencari 'Din' yang lain, berarti ada kaitan antara aslamanya langit dan bumi dan pilihan manusia memilih Din lain selain Din Allah (QS.3:83). Maka, sebetulnya, makna Dinul Islam tidak bisa diartikan hanya sebatas agama, karena pengertiannya kurang tepat jika kita merujuk dari keterangan-keterangan dalam Al Qur'an tentang 'Dinul Islam', sehingga, makna yang lebih tepat adalah Dinul Islam merupakan sebuah sistem dalam hidup dan kehidupan yang mengatur alam semesta beserta manusia di dalamnya, agar tunduk patuh kepada sang pencipta.

Jadi, sudah jelas, faktanya, misi para Nabi dan Rasul, jauh lebih luas dari sekedar agama, melainkan menegakkan sistemNya atau DinNya atau hukumNya, ditengah-tengah manusia.

Post a Comment

0 Comments