Rocky Gerung Dilantik Hari Ini: Kritik Didengar atau Dikelola?

 

Politik akomodatif dan batas antara pelibatan antarkelompok dengan penggabungan suara (kooptasi)

Ada satu cara yang kerap dipakai untuk mengelola perbedaan, yakni mengajak pihak yang berbeda masuk ke dalam proses politik. Cara ini disebut politik akomodatif. Ia dapat membuka dialog dan mengurangi jarak antarkelompok. Namun, pelibatan antarkelompok belum membuktikan bahwa perbedaan benar-benar didengar.

Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia hari ini membuka pertanyaan tentang politik akomodatif. Tokoh yang dikenal kritis kini berada di lembaga penasihat Presiden. Apakah kritik akan memengaruhi keputusan, atau lebih mudah dikelola? Jawabannya akan terlihat dari ruang pengaruh yang tersedia.

Batas akomodasi terlihat ketika posisi yang diberikan tidak disertai ruang untuk memengaruhi keputusan. Pihak yang diajak hadir, tetapi arah kebijakan tetap ditentukan oleh mereka yang sejak awal memegang kuasa. Perbedaan tampak terwakili tanpa mengubah cara keputusan dibuat.

Philip Selznick menjelaskan kooptasi sebagai upaya memasukkan unsur baru ke dalam organisasi untuk menghadapi tantangan dan menjaga stabilitas. Mekanisme ini tidak selalu buruk; Kerja sama dapat membantu menemukan tujuan bersama. Namun, ia juga dapat membuat kritik lebih mudah dipantau dan dikelola.

Ketika pihak kritis masuk ke dalam struktur, aksesnya mungkin bertambah, tetapi ruang geraknya dapat bergantung pada aturan yang berlaku. Kritik di ruang publik berisiko berubah menjadi percakapan internal yang proses dan hasilnya tidak diketahui masyarakat. Dengan begitu, pengelola kuasa dapat memelihara dukungan sekaligus membaca arah kritik.

Dampaknya bisa dua arah.  Yaitu, dialog dan kerja sama dapat meluas, tetapi kritik juga dapat terserap ke dalam struktur, membuat pengawasan lebih mudah dan perubahan mendasar tertunda.

Karena itu, politik akomodatif perlu dinilai dari syarat dan dampaknya. Apakah pihak yang dilibatkan bebas berbeda pendapat dan dapat memengaruhi keputusan?

Jika tidak, akomodasi berisiko berhenti pada penyerapan kritik dan pemeliharaan stabilitas. Jika pelibatan antarkelompok memberi ruang, keterbukaan, dan evaluasi, ia dapat membantu mengelola perbedaan secara lebih setara. Pertanyaan utamanya adalah apakah kehadiran pihak yang dilibatkan mengubah proses pengambilan keputusan?

- Yak

Catatan Metodologi

Tulisan ini membaca pelibatan politik melalui konsep kooptasi dan relasi kuasa.

Daftar Referensi & Bacaan Lanjutan

ANTARA. “Rocky Gerung dilantik jadi anggota Wantimpres.” 2 Oktober 2026;

Selznick, Philip. TVA and the Grass Roots. University of California Press, 1949.

Post a Comment

0 Comments