Standar ganda dan Subjektifisme



ketika Rusia menyerang Ukraina itu disebut invasi ilegal yang melanggar hukum internasional.

tapi ketika Israel menyerang palestina itu disebut sebagai beladiri dan tidak melanggar hukum.


ketika karyawan/pekerja biasa terlambat dia langsung di cap pemalas dan tidak disiplin. 

Tapi ketika atasan/bos terlambat itu di anggap biasa karena kita tidak mengerti kesibukan bos

inilah standar ganda

Double-standard atau standar ganda adalah ketika seseorang, kelompok, negara atau yang intinya subjek tertentu yang seharusnya mereka diperlakukan dan di"judge" dengan cara yang sama tapi justru mereka mendapat perlakuan atau penilaian yang berbeda terhadap suatu kasus yang sama seperti contoh kasus di atas.

standar ganda sangat erat dengan subjektifisme, karena subjektifisme membuat akar kebenaran berdasarkan perasaan, kepentingan, atau opini pribadi pelaku.


jadi standar ganda ini sebenarnya selalu berlaku dimanapun dan siapapun bisa jadi pelakunya, pada dasarnya subjektifisme yang mana adalah dasar dari standar ganda ini tidak bisa disingkirkan dari hidup manusia karena kita memiliki nafs (kepribadian, ke-aku-an, perasaan).


jika berbicara tentang gender standar ganda berlaku seperti ini "perempuan nangis itu sensitif, laki laki nangis itu cengeng" atau sebaliknya "laki laki main saat malam itu wajar, perempuan main saat malam itu nakal"

dalam bernegara standar ganda juga selalu berlaku di 2 sisi "saat Amerika menyerang Irak itu namanya penyebaran demokrasi, tapi saat Rusia menyerang Ukraina itu namanya invasi" sebaliknya "bagi China pemblokiran atau ketika produk diberikan tarif tinggi adalah pelanggaran hak pasar bebas, namun di negara China sendiri mereka memblokir total sebagian produk² barat dengan dalih melindungi pasar lokal" 

jadi intinya ketika manusia masih memiliki rasa kepemilikan dan ke-aku-an maka subjektifisme semacam standar ganda seperti ini akan selalu ada walaupun itu akan merusak keadilan nantinya. 


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَيۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ وَٱلۡحَرۡثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلۡحَيَٰوةِ ٱلدُّنۡيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلۡمَئَابِ

"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 14)

Post a Comment

0 Comments