Adakah Khilafah Dalam Al-Qur'an?

 road to the utopian city, paint

Secara Bahasa, kata Khilafah berarti Kekuasaan, pergantian. Sifat dari kekuasaan itu sendiri selalu berganti, baik kekuasaan kafir-musyrik maupun kekuasaan mukmin. Pergantian kekuasaan itu selalu terjadi, baik cakupan lokal maupun global. Jadi, kata khilafah pada dasarnya bersifat umum untuk semua kekuasaan. Kata khilafah sendiri adalah bentuk mashdar (infinitif) dari kata khalafa-yakhlifu-khilafatan, yang berarti mengganti. Pengertian ini dapat dilihat dalam surat Al-A’raf {7} ayat 142.

Secara istilah, kata khilafah diartikan sebagai institusi kepemimpinan atau kekuasaan dalam Din Al-Islam. Meskipun kata khilafah (kekuasaan;kepemimpinan) bersifat umum, baik kekuasaan kafir-musyrik maupun mukmin, akan tetapi dalam pemakaiannya selalu disandarkan pada institusi kekuasaan atau kepemimpinan islam sebagai lawan dari kekuasaan negara-negara bangsa (nasionalis-pluralis). Dengan demikian, khilafah adalah suatu institusi kepemimpinan atau kekuasaan islam yang menjalankan tugas kekhilafahan yang diberikan oleh Sang Pemberi Kuasa (Tuan Semesta Alam) atau disebut juga dengan Kerajaan Allah.

Adapun istilah khalifah adalah seseorang yang memimpin institusi khilafah. Seorang Khalifah adalah orang yang datang kemudian dan posisinya menggantikan orang (khalifah) sebelumnya. Dalam sejarah, gelar khalifah pernah disematkan kepada Abu Bakar sebagai pemimpin ummat pasca wafatnya Rasulullah Muhammad.

Beberapa varian kata yang memilki makna yang sama dengan kata khalifah, misalnya, imam yang berarti pemimpin yang diikuti dan diteladani. Kata lain yang juga memiliki makna yang sama dengan khalifah dan imam adalah amir al-mu’minin, sulthan, dan malik.

Dalam literature (politik islam), khilafah merupakan salah satu tema pokok yang dikaji dan diperbincangkan. Bahkan, wacana khilafah telah menjadi tofik khusus yang diperdebatkan dikalangan politisi hingga saat ini. Pengusung khilafah selalu dianggap sebagai kelompok radikal, ekstrimis, atau fundamentalis yang anti-nasionalis dan anti-demokrasi. Khalifah dianggap sebagai ancaman terhadap demokrasi dan kekuasaan negara-negara bangsa.

Ketakutan dan kecurigaan terhadap konsep khilafah muncul akibat gagal dalam memahami Din Al-Islam dan gagal dalam memahami ayat-ayat Allah tentang khilafah. Sekarang ayo kita buka wawasan yang benar tentang khilafah bukan menjadi fobia karena sebuah doktrin yang tanpa dasar, tanpa khilafah menurut pandangan kitab suci maka dipastikan kehidupan manusia akan kacau dan berantakan serta penuh kesengsaraan.


No comments:

Powered by Blogger.