SEJARAH USANG YANG TERLUPAKAN

Sejarah Usang yang Terlupakan. Beliau, Abram/Abraham/Ibrahim adalah sosok yang kita kenal hari ini hanyalah sebagai sosok seorang agamawan, seorang laki-laki tua, berjenggot panjang, berjubah putih, membawa tongkat dan kesehariannya mengajak orang-orang untuk berbuat baik. Tidak ubahnya seorang sufi yang banyak berdiam diri. Begitulah gambaran tentang sosok beliau hari ini.

Satu hal yang sangat menarik adalah, apabila memang profil beliau hanyalah seperti gambaran diatas, mengapa sosok beliau oleh Allah ditempatkan sebagai sosok yang sangat istimewa dan spesifik disebut oleh Allah sebagai sahabat dan kesayangan Allah baik itu didalam Alkitab maupun Al-Quran. Ada tertulis dalam kitab :

Kitab II Tawarikh 20:7 : Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari umat-Mu Israel, dan memberikannya kapada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya?

Q.S – 4:125 : Dan siapakah yang lebih baik Diennya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti Dien Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi KesayanganNya.

BACA JUGA :  Fenomena dua model kehidupan Kekuasaan

      Apa itu Dien baca selengkapnya disini

Tentu saja ada hal-hal yang sangat istimewa atas apa yang pernah Ibrahim lakukan sepanjang hidupnya berkaitan dengan dakwah Ibrahim memperkenalkan sosok Allah Rob Semesta Alam, sehingga Allah memberikan tempat yang istimewa kepada Ibrahim dan sosok Ibrahim menjadi sosok panutan bagi para Nabi dan Rosul sesudahnya.

Q.S – 2:133 : Adakah kamu (Muhammad) hadir ketika Yakub kedatangan tanda-tanda maut. ketika ia berkata kepada anak-anaknya: Apa yang kamu abdi sepeninggalku? Mereka menjawab ; Kami akan mengabdi Robmu dan Rob nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, Ishak, yaitu Rab Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.

Dan sosok Ibrahim inilah satu-satunya sosok yang selalu didengung-dengungkan oleh Nabi Musa AS, Nabi Isa AS (Yesus) dan Nabi Muhammad SAW dalam setiap dakwahnya.

Kita lihat ciri khusus dakwah Nabi Musa AS kepada kaumnya ; Keluaran 6:1-9

6:1 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: “Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun; sebab dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan membiarkan mereka pergi, ya dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan mengusir mereka dari negerinya.”

6:2 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN.

6:3 Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.

6:4 Bukan saja Aku telah mengadakan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing,

6:5 tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku.

6:6 Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat.

6:7 Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.

6:8 Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN.”

6:9 Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.

Kita lihat ciri khusus dakwah Nabi Isa AS (Yesus) kepada kaumnya ; Matius 22:31-40

22:31 Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda:

22:32 Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.”

22:33 Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.

22:34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka

22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:

22:36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”

22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Kita lihat ciri khusus dakwah Nabi Muhammad SAW kepada kaumnya ;

Q.S 6;161 : Katakanlah : Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Rabku kepada Shirotol Mustaqiem, yaitu Dien yang benar; Dien Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik.

Q.S 2;130 : Dan tidak ada yang benci kepada Millata Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

Q.S 22:78 : Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam Dien suatu kesempitan. Ikutilah Dien orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan begitu pula dalam Al-Quran ini, supaya Rosul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Artinya para Nabi dan Rosul setelah Ibrahim tidak pernah membawa ajaran baru atau saling menyempurnakan. Mereka hanya membawa satu ajaran tunggal dari Ibrahim, yaitu “La Illa Ha Ilallah” atau dalam bahasa Alkitab disebut “jangan ada ilah-ilah lain selain Allah”. Dan mereka semua membawa tongkat estafet yang sama, yaitu Risalah Millata Ibrahim.

Hanya dengan mengenal sosok Beliau-Abram/Abraham/Ibrahim– secara lengkap dan benar, maka kita semua dapat mengenal sosok para Nabi dan Rosul sesudahnya dengan jelas sehingga kita semua dapat hidup rukun tanpa perpecahan. Hidup rukun dalam satu ideologi yang sama, kalimat yang sama – La Illa Ha Ilallah/jangan ada ilah-ilah lain selain Allah– dan selanjutnya menjadi umat yang dapat merawat dan memakmurkan bumi ini dengan sebaik-baiknya.

Dan yang terpenting dari itu semua adalah Kita dapat mengabdi Kepada Allah Rab Semesta Alam, Allahnya Ibrahim, Allahnya Musa, Allahnya Yesus, Allahnya Muhammad, Allahnya para Nabi dan Rosul dengan benar.

 

Red : @rasy

Prev 1 of 9 Next
Prev 1 of 9 Next
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x