MASIH SAKTIKAH SISTEM PEMILU DALAM MELAHIRKAN SEORANG PEMIMPIN ?

Kesaktian pemilu dalam memilih para pemimpin negeri ini perlu dikaji ulang, mengingat hasil yang didapat sangat jauh dari harapan. Pemilu telah dilaksanakan sebanyak 11 kali sejak tahun 1955 dan telah melahirkan sosok-sosok pemimpin pada masanya. Akan tetapi hingg saat ini kita belum melihat Indonesia menjadi sebuah bangsa yang mandiri dan maju , secara mental bangsa kita terus dijajah oleh bangsa lain dan terus menjadi budak bangsa-bangsa.

Realitas yang kita lihat adalah sistem pemilu di Indonesia sekarang ini sudah menganut kearah kapitalisme , karena para pesertanya dituntut memiliki dana besar jika ingin meraih banyak suara. Money politic adalah salah satu contoh yang paling nyata.

Money politic adalah suatu upaya mempengaruhi orang lain dengan menggunakan imbalan materi atau dapat juga diartikan jual beli suara pada proses politik, kekuasaan dan tindakan membagi-bagikan uang baik milik pribadi atau partai untuk mempengaruhi suara pemilih.

Hal ini menuntut partai politik sebagai instrument demokrasi harus menyelaraskan politiknya terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat. Tak sedikit golongan putih (golput) yang muncul akibat ketidakpercayaan kepada parpol. Kini dimasyarakat juga muncul kecenderungan menginginkan figur-figur baru sebagai pemimpin.

Tentunya figur yang bisa membawa perubahan. Belum lagi ditambah dengan tidak berkualitasnya peserta yang ikut bertanding di pemilu dan konflik antar calon beserta parpolnya membuat suasana semakin tak menentu.

Sistem pemilu yang dianut Indonesia ini masih memiliki segudang kelemahan dan tidak cocok dengan masyarakat Indonesia. Sistem gabungan antara sistem proporsional dan sistem distrik berwakil banyak saat ini, menjadikan pemilu sangat sulit untuk menghadirkan sosok wakil rakyat yang benar-benar dekat dan memahami serta mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Solusi yang bisa ditawarkan adalah Implementasi dari sila ke 4 pancasila .

  • Rakyat dipimpin oleh Kepemimpinan yang dilandasi oleh hikmat kebijaksanaan,  yaitu prinsip-prinsip yang didasarkan kepada nilai kebenaran sejati dari tuhan yang maha esa.
  • Suara Rakyat bukanlah suara Tuhan ≠ Vox Populi Vox Dei.
  • Pengabilan keputusan dilakukan dengan sistem musyawarah  mufakat Yang dikendalikan oleh prinsip “ Hikmat Kebijaksanaan”, bukan semata berdasarkan suara terbanyak.
  • Sistem pemilihan pemimpin bangsa Adalah SISTEM PERWAKILAN, yakni dilakukan oleh para wakil rakyat dalam Dewan Permusyawaratan / Perwakilan.

“Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara “semua buat semua”, “satu buat semua, semua buat satu”. Saya yakin, bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya negara Indonesia ialah

permusyawaratan, perwakilan……”

Kalau kita mencari demokrasi, hendaknya bukan demokrasi Barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yakni politiek-economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial! (Soekarno, 1 Juni 1945)

 

Red: @Bilal

Prev 1 of 8 Next
Prev 1 of 8 Next
5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
5 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Noerhady
Noerhady
1 year ago

Luar biasa analisa nya

bilal
bilal
1 year ago
Reply to  Noerhady

silahkan tulis di dinding komentar jika mas @Noerhady punya analisa tersendiri… blog ini bebas koq… Terima kasih

Benaya Mahadika Irwandi
Benaya Mahadika Irwandi
1 year ago
Reply to  bilal

Apatis adalah orang yg merasa nyaman dengan keadaan yg ada;

Ciri2 sikap apatis dia tidak mau membuat suatu terobosan katanya:

Nikmati saja apa yg ada, kita rakyat biasa, apalah daya kita . Cukuplah begini saja ini saja sudah bersyukur begitulah jalan pemikiran orang apatis.

Dibenak orang apatis tidak terlintas bagai mana cara dicari uang yg ada bekerja keras mencari uang.

Free thinking bagai mana supaya uang mencari saya. Tidak ada yg mustahil.

Uang itu budak saya bukan sebaliknya Lets be smart all the people do not be stupid.

Ken
Ken
1 year ago

Tetapi kebanyakan sudah senang dengan sikap apatis nya.apatis di budayakan sama juga dengan mengorbankan generasinya sendiri.

Jempol Utk artikel ini

Ipa koswara
Ipa koswara
1 year ago

Untuk merubah keadaan jaman yg sudah rusak hanya bisa dilakukan dgn kekuasaan sistem langit
Trima kasih info ini dapat mencerahkan pemahaman yg masih gamang

5
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x