Konsep Khilafah di dalam Al Qur’an

Sebagai seorang yang beragama Islam, tentu meyakini kebenaran satu-satunya bersumber dalam Al Qur’an, dan dari segi pengertian Al Qur’an, secara bahasa, berarti, satu-satunya bacaan, dan fungsi dari Al Qur’an, yaitu pedoman hidup bagi manusia (QS. Al Jatsiyah 45:20)

Sehingga, dalam hal ini, Al Qur’an diperuntukkan untuk manusia, bukan hanya untuk umat Islam, atau pengikutnya Nabi Muhammad saw, karena bagaimanapun Al Qur’an berisi tentang sejarah, sains, dan hukum-hukum Allah SWT yang mengarah kepada kebaikan.

Bagaimanapun, hukum di dalam Al Qur’an, apabila dikaji, terdapat banyak kesamaan dalam Kitab-kitab dari agama samawi lainnya, begitulah hukum Allah SWT, yang berlaku dari sejak dahulu, semenjak Nabi Abraham (Nabi Ibrahim as), sehingga menegakkan hukum Tuhan tersebut selalu jadi pokok bahasan dalam setiap Kitab Tuhan Semesta Alam.

Harapannya, hal ini dapat menjadi bahan renungan kita bersama, setiap agama mengajarkan tentang hukum Allah SWT, dan dalam melaksanakan hukum Tuhan Semesta Alam tidak mungkin tanpa kekuasaan atau kerajaan atau Khilafah.

Secara bahasa, pengertian Khilafah adalah kekuasaan secara umum, tapi di dalam Al Qur’an menyematkan kata Khilafah untuk kekuasaan Tuhan Semesta Alam

dibuktikan dengan istilah kata Khalifah (pemimpin), kerajaan, imam, dan umat, yang sering kita dengar, baik dalam Al Kitab, maupun Al Quran, artinya, berbicara sebuah kekuasan yang nyata, bukan kekuasaan yang angan-angan.

Seperti itulah pondasi yang utuh dalam sistem Khilafah atau kekuasaan, tidak mungkin ada hukum jika tidak ada namanya kekuasaan maupun umat yang mengikuti hukum tersebut, karena baik Nabi Yesus (Nabi Isa as) mengajarkan hukum Taurat, begitu pula Nabi Muhammad saw, mengajarkan untuk menegakkan hukum yang terdapat di dalam Al Qur’an.

Prev 1 of 9 Next
Prev 1 of 9 Next
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x