Khilafah berdasarkan Kitab Suci

sumber: seword.com

Khilafah berdasarkan Kitab Suci, Mendengar istilah Khilafah. Masyarakat di seluruh penjuru dunia merasa fobia dikarenakan istilah inilah yang menjadi tujuan aksi terorisme (kekerasan) yang tidak berperikemanusiaan.

Namun, bagaimana sejarah Khilafah itu sendiri ?

Apakah benar cara seperti terorisme (makar) adalah cara satu-satunya menggulingkan rezim saat ini ?

Padahal, Tuhan Semesta Alam-lah yang berhak mengganti kekuasaan manusia di muka bumi, baik kekuasaan yang membawa berkat maupun kutuk.

Sejatinya fitrah (fungsi) manusia diciptakan adalah menjadi Khalifah (pemimpin) dan sistem yang sejati bagi manusia untuk mengatur segala sendi hidup dan kehidupan manusia adalah Khilafah.

Bagaimana sejarah Khilafah yang sebenarnya ?

sahabat pembaca Khilafah berdasarkan Kitab Suci, Faktanya Khilafah sudah ditegakkan semenjak zaman Nabi Adam as, dalam ketiga ajaran samawi.

Tidak asing mendengar nama Nabi Adam as sebagai sosok yang dijadikan cikal bakal dari sejarah peradaban manusia.

Sejarah membuktikan bahwa Khilafah atau sistem kepemimpinan yang diajarkan oleh Tuhan Semesta Alam juga diajarkan kepada Nabi Ibrahim as (Abraham) atau Nabi bagi umat Islam Dan Nabi Abraham as bagi umat Yahudi maupun Nasrani.

Hal ini lah yang sebenarnya yang harus akan kita luruskan. Konsep Khilafah sudah ada sejak Nabi Adam as, Nabi Nuh as, Nabi Abraham as (Nabi Ibrahim as), Nabi Musa as, Nabi Yesus (Nabi Isa as), dan Nabi Muhammad saw.

Dalam Al Qur’an menerangkan bahwa Tuhan Semesta Alam hendak menjadikan Khalifah di muka bumi.

yaitu Nabi Adam, kemudian malaikat bertanya, mengapa Tuhan Semesta Alam hendak menjadikan Khalifah dimuka bumi, Padahal manusia cenderung berbuat kerusakan.

Hal yang wajar sebenarnya apabila malaikat bertanya hal tersebut, dikarenakan manusia adalah makhluk yang tidak memiliki kemauan kuat

Mereka mudah tergoda dengan keinginan-keinginan yang mengarah kepada kepuasaan duniawi, atau segala sesuatu bersumber dari materi.

Pengangkatan Khilafah oleh Tuhan

sumber: Inilah.com

Namun, Tuhan Semesta Alam lebih mengetahui akan kebaikan bagi makhluk ciptaanNya, yaitu Manusia

Pengangkatan Khalifah, adalah sesuatu yang harus dilakukan. Karena bagaimanapun, menjadi Khilafah adalah fungsi dari manusia diciptakan

Sehingga apabila tidak ada manusia yang mampu menjadi Khalifah atau pemimpin berkarakter seperti diriNya, maka yang terjadi adalah kerusakan di alam semesta, termasuk manusia di dalamnya.

Seperti itu juga tugas para Nabi lainnya, mengajarkan tentang ketetapan Tuhan Semesta Alam kepada manusia.

Untuk menjadi Khalifah (pemimpin), agar dunia yang harmonis dan setimbang, dapat hadir ditengah-tengah kehidupan manusia.

Semua para Nabi mengajarkan untuk menegakkan hukumNya atau Din-Nya, yang diterangkan pada QS. Asy Syura 42:13.

Bukan bermaksud melecehkan agama manapun dengan menyama-nyamakan Nabi-nabi tersebut pada masing-masing agama, karena bagaimanapun, Nabi-nabi tersebut adalah Nabi-nabi yang diceritakan di dalam Kitab agama samawi.

Maka, apakah sesuatu yang salah jika kita berpendapat bahwa Tuhan kita sama karena mengutus Nabi-nabi yang sama kepada manusia.

Sejarah para Nabi membuktikan kepada kita, konsep Khilafah adalah konsep satu-satunya untuk memimpin manusia, karena berasal dari Tuhan Semesta Alam (TSA).

Prev 1 of 9 Next
Prev 1 of 9 Next
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x