Kebenaran Tentang Khilafah di Nusantara

Kebenaran Tentang Khilafah, Sangat disayangkan, diskursus politik terkait masalah eksistensi Kerajaan Allah (Khilafah) dikalangan ummat islam dan manusia pada umumnya termasuk hal yang belum final.

Hingga saat ini, para ulama dan cendikiawan muslim belum sepakat tentang persoalan khilafah (kekuasaan politik islam).

Suatu polemic klasik akan timbul manakala diskusi mengenai hubungan islam dengan negara, kitab suci Al-Quran dengan peta dunia

dan perilaku Rasulullah Muhammad SAW selama hampir 23 tahun terkait masalah politik dan negara.

Pendapat para pemikir islam kontemporer maupun ulama tradisional didalam diskusi masalah ini tampak apologis

karena aliran islam yang ada di nusantara ini bukanlah aliran islam yang berdiri sendiri, bukan hasil ijtihad murni, aliran yang terlepas dari misi sejarah zaman awal maupun abad pertengahan dunia islam.

Aliran syiah maupun sunni adalah produk sejarah pergumulan kelompok-kelompok politik yang sudah ada semasa Rasulullah Muhammad SAW

Dendam kesumat internal terhadap kaum muhajirin tidak pernah padam pasca futuh mekkah (kemenangan islam) terhadap kaum arab nasionalis

Karena itu merupakan aib dan hal yang memalukan bagi mereka.

Tantangan pertama yang harus diatasi oleh Rasulullah Muhammad SAW didalam upaya menegakkan khilafah adalah memberantas faham ‘ashabiyah (kebanggsaan) arab saat itu

Tantangan kedua mencegah kerusakan pemahaman akibat kalaborasi antara yahudi dan nasrani yang sangat kental faham kebanggsaanya yang dapat menjadi batu sandungan dalam posese mewujudkan khilafah

Rasulullah Pejuang Politik, Kebenaran Tentang Khilafah

hal ini dapat kita dalam peringatan Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Baqarah [2] ayat 120

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.

dan surat Ibrahim [14] ayat 13-14.

Dan orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka, “Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu benar-benar kembali kepada agama kami.” Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka, “Kami pasti akan membinasakan orang yang zalim itu.

Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu setelah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (menghadap) ke hadirat-Ku dan takut akan ancaman-Ku.”

Rasullullah Muhammad SAW bukanlah pemimpin agama yang hanya mengurus maslah surga dan neraka; pahala dan dosa.!

Tetapi Beliau adalah mujahid (pejuang) yang sejak awal misinya menghimpun kekuatan dengan strategi politik yang jitu

Beliau adalah sosok yang mampu mengkader kaum arabisme yang semula berfaham kebanggsaan dan dirombak oleh Rasullullah Muhammad SAW menjadi kader mu’min sejati yang mampu menjadi mencusuar dunia

dan mampu merubah kondisi politik global yang pada waktu itu dipegang oleh Romawi dan Persia.

Dengan kekuatan militernya Rasullullah Muhammad SAW berhasil menghancurkan kekutaan negara-negara zalim dan tunduk di bawah kekuatan panji-panji khilafah yang dipimpin Beliau.

Rasulullah bukan sosok Agamis, Kebenaran Tentang Khilafah

inilah Kebenaran Tentang Khilafah pada zaman Rasulullah Muhammad SAW

Beliau berserta para pengikutnya berjuang untuk mewujudkan Negeri yang Damai Sejahtera atau yang kita kenal dengan Darussalam.

Sebuah fitnah besar manakala orang mengatakan bahwa Rasullullah Muhammad SAW hanyalah seorang pemimpin spiritual (agama), semacam Mahatma Gandhi atau Sidharta Gautama

Biksu atau Sufi, yang kerjanya mengembara kesana kemari hanya untuk berbuat baik mengajarkan moral dan budi pekerti.

Beliau juga bukan pemimpin agama semodel kyai, pastur, dan pemimpin jama’ah pengajian

tetapi Rasullullah Muhammad SAW adalah seorang pemimpin dunia dan terbukti dalam catatan sejarah yang merupakan fakta yang benar

kekuasaan khilafah yang dibangun oleh Beliau bertahan hingga 700 tahun yang berakhir pada tahun 1258 masehi saat invasi pasukan mongol.

Dalam firman Allah SWT mengingatkan kita semua bahwa kedatangan Rasulullah Muhammad SAW untuk menegakkah hukum keadilan kepada seluruh ummat manusia.

dapat kita lihat dalam Al-Quran Surat An-Nisa [4] ayat 135.

Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.

Bagi kita yang mengimani Al-Quran dan Kitab suci yang merupakan petunjuk

Sudah sejatinya mampu menjelaskan segala sesuatu tentang kehidupan manusia yang ada dimuka bumi tanpa doktrin dan cerita yang dibuat-buat.

Prev 1 of 9 Next
Prev 1 of 9 Next
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x