Fungsi Al quran bagi manusia tolak ukur Kebenaran

Fungsi Al quran bagi manusia tolak ukur Kebenaran, Al Qur’an merupakan satu-satunya Kitab Allah terakhir yang diturunkan kepada Muhammad Rasulullah untuk umat manusia yang tidak ada perubahan dan keraguan sedikitpun di dalamnya sampai sekarang dan yang akan datang, dibandingkan dengan kitab-kitab Allah yang lain sebelum Al Quran yaitu Taurot dan Injil yang dapat dan sudah diotak-atik oleh tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Sedangkan Al Quran tetap dijaga oleh Allah, sehingga sampai sekarang dan kapanpun Al Quran tetap berlaku dan tidak pernah kadaluwarsa, dengan kata lain, Al Quran adalah Kitab sepanjang zaman yang terus hidup dan tidak pernah mati fungsinya sebagai Hudallinas.

Fungsi Alquran

Semua orang tahu bahwa Al Quran adalah Kitab suci umat Islam yang utama. Banyak orang memahami Al Quran adalah sebuah Kitab berbahasa arab yang yang terdiri dari lembaran-lembaran yang kemudian dimushafkan atau dikumpulkan menjadi sebuah buku. Al Quran sekarang bisa dijumpai di mana-mana, di toko buku, di Masjid-masjid, bahkan di setiap pasaran ada, dan setiap orang yang beragama Islam kebanyakan dari mereka pasti memiliki-Nya.

Bukan hanya orang yang beragama Islam saja, tetapi orang-orang yang beragama Kristen, Katholik, Yahudi, dan lain sebagainya jaga ada yang memilki Al Quran.

Memang banyak orang yang mengenal Al Quran, apapun agamanya, bukan hanya yang beragama Islam mereka juga bisa membaca Al Quran. Terbukti sekarang semakin banyak orang yang membaca dan menghafal Al Quran, rating buku Al Quran dan kaset atau CD murotal di pasaran semakin meningkat, Al Quran juga diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa yang berbeda, serta sekarang semakin banyaknya orang atau pendeta Kristen dan Pastur Katholik yang belajar Islamologi dengan memahami Al Quran.

Al Quran memang Kitab umum tetapi hanya untuk orang-orang khusus, artinya Al Quran yang banyak dikenal oleh orang sekarang bisa di miliki dan dipelajari oleh siapa saja, tetapi mereka hanya mengenal Al Quran secara fisiknya saja.

Sedangkan inti dari Al Quran sebenarnya adalah wahyu-Nya (ilmu dan pemahaman ) tentang essensi hidup dan kehidupan yang hanya bisa dipahami dan di wariskan kepada hamba-hamba pilihan Allah saja, yang mendapatkan sifat Rahim-Nya Allah yaitu orang-orang yang beriman (surat 35 fatir ayat 32) yang mau mengabdikan dirinya kepada Allah dengan benar.

ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٰتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِيرُ ٣٢

32. Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar

Itulah inti dari Al Quran yang sebenarnya, bahwa yang dimaksud dengan Al Quran bukan sekedar tulisan /Kitab suci yang di muliakan hanya dengan membaca dan dilagukan dengan suara yang sangat indah, dipuji-puji, ataupun di agung-agungkan fisikya saja.

Perintah Membaca

Tetapi Al Quran adalah petujuk bagi seluruh umat manusia ke jalan yang diridhoi untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, yaitu dengan cara memahami ilmunya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Secara  bahasa القران (AlQuran) berasal dari kata  قران – قرا (Qoro’a – Quran) yang artinya Membaca kemudian Menjadi bacaan, apa yang dimaksud bacaan disini ?. jadi segala sesuatu yang dapat kita baca itulah قران (Quran), Quran artinya bacaan yang bersifat umum, artinya apapun itu asal dapat kita baca dan kita pelajari /pahami itulah Quran.

Di mana Quran terdiri dari ayat kauniyah yaitu ayat-ayat alam, misalnya kejadian alam semesta dan manusia, gunung, matahari, bulan, bintang, laut serta tanda-tanda alam lainnya itulah Quran atau bacaan bagi manusia. Dan ayat kauliyah yaitu ayat-ayat yang telah tertulis dalam suatu Kitab, misalnya Kitab suci Al Quran yang tertulis dalam lembaran-lembaran yang dibukukan.

Kemudian kata قران (Quran) mendapat awalan ال ( Al ) yang dalam bahasa arab merupakan bentuk isim ma’rifat atau dalam bahasa inggrisnya “The“ yang artinya Satu-satunya, jadi القران (Al Quran) artinya  “Satu-satunya bacaan.“  Sekarang kita lihat bagaimana Allah menurunkan Al Quran kepada manusia sebagai satu-satunya bacaan.

Penjelasan tentang apa itu Dien Baca disini

Allah sebagai Satu-satunya Sang Khaliq /Sang Maha Pencipta dan Sang Rabbul Alamin telah menciptakan dua alam, yaitu, Alam Akwan (alam materi /alam fisik /alam semesta) dan Alam Insan (Alam Psyco Social-Society /alam kehidupan manusia). Dimana dua alam ini memiliki kesamaan dan perbedaan.

Kesamaannya adalah mereka sama-sama makhluk ciptaan Allah yang sejatinya harus menjadikan Allah sebagai Sang Rob (pengatur) karena Allah memilik aturan, Allah sebagai Sang Malik (penguasa /Raja) karena Allah memiliki Kekuasaan, dan Allah sebagai Sang Ma’bud /ilah (yang diabdi dan ditaati) karena Allah memiliki aturan dan kekuasaan maka Dia harus diabdi dan ditaati Hukumnya /aturannya oleh semua makhluknya baik alam semesta maupun manusia.

Sedangkan perbedaannya, alam Akwan sudah berDien Islam (menjadikan Allah sebagai Satu-satunya Sang Rob, Malik, dan Ma’bud /ilah) dikatakan beraktivitas segala apa yang ada di langit dan ada di bumi atas kehendak Allah (surat 61 Ass Shaff  ayat 1 )

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ١

1. Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

sedangkan dalam kehidupan manusia sekarang belum ber Dien Islam, karena yang tegak dalam kehidupan manusia sekarang bukan Rububiyah (aturan), Mulkiyah (kekuasaan), dan Ubudiyah (ketaatan umat kepada Hukum /aturan dan tunduk kepada kekusaan) Allah, tetapi manusia mencari Dien selain Dien Islam (surat 3 Ali Imran ayat  83),

أَفَغَيۡرَ دِينِ ٱللَّهِ يَبۡغُونَ وَلَهُۥٓ أَسۡلَمَ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا وَإِلَيۡهِ يُرۡجَعُونَ ٨٣

83. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan

yaitu manusia hidup berdasarkan aturannya Thoghut, di bawah kekuasaannya Thoghut, dan ketaatan kepada hukum /aturan /undang-undangnya Thoghut. Dalam surat pertama /pembukaan (surat 1) dikatakan  peranan Allah sebagai Rob, Malik, dan Ma’bud sudah terwujud, sehingga tercipta suatu kesatuan, keserasian, kesetimbangan, keselarasan, keteraturan, kedamaian, dan kesejahteraan serta tidak ada yang cacat sedikitpun dalam ciptaan Allah di alam akwan ini.

Di satu sisi di alam Insan dijelaskan dalam surat terakhir /penutup (Surat 114) bahwa peranan Allah di alam akwan tersebut juga harus terwujud di alam Insan, tetapi ternyata peranan Allah tersebut belum bisa diwujudkan dalam kehidupan manusia, sehingga terjadi ketidak cocokkan antara alam akwan dan alam Insan.

Terjadi perpecahan di dalam kehidupan manusia, manusia memisahkan diri dari alam akwan, dan sesama manusia juga saling bercerai-berai, bergolong-golong, Rob, Malik, dan Ma’bud mereka tidak satu, tetapi banyak Rob, Malik, dan Ma’bud lain selain Allah, sehingga menyebabkan manusia menjadi Musyrik (surat 30 ar ayat 31-32),

۞مُنِيبِينَ إِلَيۡهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ٣١ مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمۡ وَكَانُواْ شِيَعٗاۖ كُلُّ حِزۡبِۢ بِمَا لَدَيۡهِمۡ فَرِحُونَ ٣٢

31. dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.
32. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

karena Kemusyrikan manusia alam semesta dan kehidupan manusia menjadi rusak, tercemar, dan hancur, telah terjadi kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan manusia, karena manusia berbuat Musyrik (surat 30 ayat 41-42).

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٤١ قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلُۚ كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّشۡرِكِينَ ٤٢

41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)
42. Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”

Sehingga kalau ini dibiarkan terus-menerus bumi dan peradapan manusia bisa hancur. Sehingga alam akwan dan alam Insan harus dipersatukan kembali agar mereka tidak tidak disebut orang Musyrik, agar manusia bisa mengabdi kepada Allah dengan benar.

Maka manusia butuh satu kebenaran yang bisa mempersatukan mereka, hanya dengan satu cara yaitu manusia harus bisa mencontoh dan belajar dari alam akwan, agar manusia bisa seperti alam akwan dan bisa menyatu dengan alam akwan, sehingga mereka sama-sama bisa mengabdi kepada Allah dengan benar.

Tetapi manusia dengan kemampuan akal pikirannya yang terbatas dia hanya bisa belajar dan memahami alam akwan secara eksistensinya /keberadaan /materi saja sedangkan secara esensi /nilainya manusia tidak dapat memahaminya, artinya manusia bisa belajar dari alam akwan tetapi butuh waktu yang sangat lama dan tidak akan sampai kepada kebenaran hakiki. Karena Allah memiliki dua sifat utamanya yaitu Al-Rahman dan Al-Rahim.

Dengan sifat Rahman-Nya, Allah telah menciptakan dan menundukkan seluruh alam akwan untuk kepentingan manusia (surat 31 ayat 20),

أَلَمۡ تَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَأَسۡبَغَ عَلَيۡكُمۡ نِعَمَهُۥ ظَٰهِرَةٗ وَبَاطِنَةٗۗ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِي ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ وَلَا هُدٗى وَلَا كِتَٰبٖ مُّنِيرٖ ٢٠

20. Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan

semua makhluk melayani manusia, dengan alam akwan ini manusia bisa mengambil pelajaran dari padanya karena itu merupakan ayat-ayat Allah yang disebut ayat Kauniyah (tanda-tanda alam), dan dengan sifat Rahim-Nya, Allah telah menurunkan AlQuran kepada manusia agar manusia bisa mengabdi kepada Allah dengan benar sebagaimana alam akwan.

Yaitu sama-sama menjadikan Allah sebagai Sang Rob, Malik, dan Ma’bud atau baik alam akwan maupun alam Insan harus ber-Dien Islam sedangkan untuk mewujudkan Dien Islam di alam Insan tidak semudah di alam akwan, oleh sebab itu dibutuhkannya Al Quran. Karena Al Quran adalah Satu-satunya bacaan, maksudya Satu-satunya bacaan sari pati kebenaran alam akwan yang ditransfer ke dalam alam Insan.

Al Quran ini disebut ayat Kauniyah yaitu ayat yang tertulis dalam suatu Kitab. Sebenarnya, esensi dari pada Al Quran tersebut bukan tulisan dalam lembaran yang dibukukan, tetapi Al Quran itu sendiri adalah wahyu /ilmu Allah yang sebagian kecil yang telah diturunkan atau dipahamkan kepada manusia dari ilmu Allah yang Maha luas.

Sehingga dengan Al Quran  yang telah tertulis dalan suatu Kitab yang dibukukan, maka manusia bisa Paham akan ketetapan Allah di alam akwan dan bisa mewujudkan peranan Allah tersebut di alam Insan. Sehingga hanya dengan Al Quran sajalah manusia bisa mewujudkan Dien Allah di alam Insan, karena hanya Al Quran sebagai Satu-satunya bacaan dan tidak ada bacaan yang lain /cara yang lain untuk mewujudkan Dien Allah di muka bumi /di alam Insan selain dengan Al Quran.

Sering kita temui di kehidupan ini ada banyak kebenaran, tetapi hanya ada satu kebenaran hakiki yang menurut Allah, sehingga kalau kebenaran hanya ada satu dan pasti yang lainnya salah. Jenis-jenis kebenaran antara lain :

Kebenaran subjektif / individu

Merupakan suatu kebenaran yang diikuti manusia yang berdasarkan atau menuruti pendapat, opini, keinginan maupun hawa nafsu dan persangkaan pribadi.Antara lain: kebenaran hanya mengikuti persangkaan belaka dan tanpa dasar ilmu (surat 53 ayat 28), padahal kalau kita mengikuti hawa nafsu itu bisa menimbulkan kejahatan

وَمَا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٍۖ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّۖ وَإِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغۡنِي مِنَ ٱلۡحَقِّ شَيۡ‍ٔٗا ٢٨

28. Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran

(surat 12 ayat 53),

۞وَمَآ أُبَرِّئُ نَفۡسِيٓۚ إِنَّ ٱلنَّفۡسَ لَأَمَّارَةُۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيٓۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٥٣

53. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang

dan jika kebenaran tolak ukurnya adalah hawa nafsunya atau persangkaan belaka atau pendapat pribadi yang tanpa dasar ilmu yang jelas justru akan menyesatkan mnusia dari jalan Allah, karena Allah telah mengunci mati pendengaran dan qolbunya serta meletakkan tutupan di atas matanya, sehingga ia tersesat berdasarkan ilmunya sendiri (surat 45 ayat 23).

أَفَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلۡمٖ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمۡعِهِۦ وَقَلۡبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةٗ فَمَن يَهۡدِيهِ مِنۢ بَعۡدِ ٱللَّهِۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ٢٣

23. Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran

Kebenaran objektif atau konvensional

Merupakan kebenaran yang telah diikuti okeh kebanyakan manusia pada umumnya yang bersumber dari doktrin-doktrin dan ajaran nenek moyang mereka yang telah lama diwariskan secara turun-temurun dan sudah mendarah daging dalam masyarakat serta sudah menjadi tradisi atau kebiasaan kebanyakan manusia bahkan rutinitas sehari-hari.

Sehingga apabila dikatakan dalam (QS 2 ayat 170)

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّبِعُواْ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُواْ بَلۡ نَتَّبِعُ مَآ أَلۡفَيۡنَا عَلَيۡهِ ءَابَآءَنَآۚ أَوَلَوۡ كَانَ ءَابَآؤُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ شَيۡ‍ٔٗا وَلَايَهۡتَدُونَ ١٧٠

ikutilah apa yang telah Allah turunkan kepadamu (Al  Quran)!“ mereka menjawab “tidak, kami hanya akan mengikuti apa telah kami dapati dari nenek moyang kami “ padahal nenek moyang mereka tidak memiliki suatu ilmu apapun dan tidak mendapat petunjuk

(surat 6 ayat  116).

وَإِن تُطِعۡ أَكۡثَرَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ ١١٦

dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah

Sehingga kita tidak boleh mengikuti kebenaran-kebenaran tersebut karena kebenaran tersebut tidak ada dasar ilmunya (surat 17 ayat  36),

وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡ‍ُٔولٗا ٣٦

36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya

sedangkan di dunia ini Allah hanya memberi satu kebenaran, yaitu satu-satunya kebenaran hakiki.

Kebenaran Hakiki

Merupakan suatu kebenaran yang sifatnya  jelas, mutlak, pasti, dan tidak pernah mengalami perubahan sedikitpun dari masa ke masa serta bisa diterima dengan akal sehat manusia dan bisa dibuktikan secara ilmiah karena kebenaran ini berdasarkan ilmu.

Tentunya kebenaran ini bukan dari manusia, tetapi kebenaran yang datangnya dari Allah, Satu-satunya kebenaran datangnya dari Allah yaitu Al Quran dan janganlah kita meragukan kebenaran tersebut (surat 2 ayat 147),

ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ ١٤٧

147. Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu

(surat 7 ayat 3).

ٱتَّبِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ وَلَا تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَۗ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ ٣

7. dan ikutilah apa yang diturunkan Rob mu kepadamu (Al Qurtan) dan janganlah kamu mengikuti pemimpin selain-Nya

Jadi Hanya Al Quran lah sebagai Satu-satunya kebenaran hakiki yang harus diikuti manusia agar tidak tersesat dari jalan Allah.

Al Quran merupakan Kitab umum tetapi hanya bisa dipahami oleh orang-orang khusus. Apakah yang harus kita penuhi agar termasuk orang-orang yang khsusus tersebut? Syarat paham Al-Quran adalah :

Open mind atau buka qolbu

Apabila kita dijelaskan tentang Al Quran maka bukalah qolbu kita dan janganlah ada kesempitan dalam shudur kita (surat 7 ayat 2),

 كِتَٰبٌ أُنزِلَ إِلَيۡكَ فَلَا يَكُن فِي صَدۡرِكَ حَرَجٞ مِّنۡهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ٢

2. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman

karena kalau qolbu kita tertutup, Al Quran tidak akan pernah masuk dalam qolbu dan kita tidak bisa memahami, sama halnya kalau kita mau memasukkan air ke dalam botol maka tutup botol tersebut harus dibuka.

Mitsaq

Sebagaimana para Nabi dan Rosul terdahulu mereka semua mitsaq kepada Allah, Nuh, Ibrahim, Musa,  Isa, bahkan Muhammad (surat 33 ayat 7),

 

Sebab kalau mau jadi orang yang beriman kepada Allah, kita harus mitsaq kepada Allah (surat 57  ayat 8).

 

Karena Al Quran hanya bisa dipahami oleh manusia yang bersih qolbunya dari kemusyrikan (Baca juga Apa itu Kemusyrikan), sehingga orang-orang yang tidak suci tidak bisa memahami Al Quran, tidak menyentuh-Nya kecuali hamba-hamba yang disucikan (surat 56 ayat 79).

لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُطَهَّرُونَ ٧٩

79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan

Maksudnya orang musyrik tidak akan paham Al Quran, sebab orang-orang musyrik itu najis (surat 9 ayat 28),

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡمُشۡرِكُونَ نَجَسٞ فَلَا يَقۡرَبُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ بَعۡدَ عَامِهِمۡ هَٰذَاۚ وَإِنۡ خِفۡتُمۡ عَيۡلَةٗ فَسَوۡفَ يُغۡنِيكُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦٓ إِن شَآءَۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٞ ٢٨

28. Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana

bukan najis fisikya tapi najis qolbunya. Karena Al Quran dalah wahyu Allah yang Maha suci sehingga tidak mau masuk ke dalam sesuatu yang kotor atau najis.

Gunakan Akal                       

Manusia harus menggunakan akalnya kalau mau memahami Al Quran (surat 10 ayat 100),

وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ أَن تُؤۡمِنَ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَيَجۡعَلُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعۡقِلُونَ ١٠٠

100. Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya

sebab Al Quran adalah ilmu yang logic dan masuk akal serta bisa dibuktikan secara ilmiah.

La Ta’jal ( jangan tergesa-gesa )

Dalam memahami Al Quran janganlah kita tergesa-gesa, Al Quran harus dipelajari dan dipahami secara seksama dan tartil (surat 20 ayat 114)

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۗ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن يُقۡضَىٰٓ إِلَيۡكَ وَحۡيُهُۥۖ وَقُل رَّبِّ زِدۡنِي عِلۡمٗا ١١٤

114. Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur´an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”

dan jangan terburu-buru karena hendak menguasai semuanya (surat 75 ayat 16).

لَا تُحَرِّكۡ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعۡجَلَ بِهِۦٓ ١٦

16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya

sama halnya kalau kita mau mengisi air ke dalam botol, kita harus memasukannya dengan pelan-pelan dan sedikit demi sedikit agar air itu bisa masuk tidak terbuang sia-sia.

Al Quran yang sangat banyak isinya yang terdiri dari 6236 ayat, 114 surat, dan 30 juz memiliki kandungan atau inti ajaran. Kandungan atau inti Al Quran sebagaimana dalam surat 61 ayat 9,

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِينِ ٱلۡحَقِّ لِيُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُشۡرِكُونَ ٩

9. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci

bahwa Allah telah membangkitkan Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (Al-huda) dan Dien yang haq, untuk dimenangkan di atas segala macam dien. Di situ ada kata Al-huda yang merupakan salah satu dimensi Al Quran, sehingga Al-huda adalah Al Quran itu sendiri.

Jadi kandungan Al Quran adalah tentang Dien yang haq yang harus dimenangkan di atas segala macan dien yang ada. Dan jantung dari pada Al Quran adalah An- Aqimudien (surat 42 ayat 13).

۞شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحٗا وَٱلَّذِيٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ وَمَا وَصَّيۡنَا بِهِۦٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰٓۖ أَنۡ أَقِيمُواْ ٱلدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُواْ فِيهِۚ كَبُرَ عَلَى ٱلۡمُشۡرِكِينَ مَا تَدۡعُوهُمۡ إِلَيۡهِۚ ٱللَّهُ يَجۡتَبِيٓ إِلَيۡهِ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِيٓ إِلَيۡهِ مَن يُنِيبُ ١٣

13. Dia telah mensyari´atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)

Itulah inti Al Quran yaitu tentang konsep Dien dan bagaimana cara menegakkan Dien tersebut.

Konsep Dien

Inti dari pada Al Quran terdapat dalam suarat Al-Fatikhah yang merupakan ummul Kitab /induk Kitab, sedangkan dalam Surat Al-fatihah berbicara masalah Rob, Malik, dan Ma’bud, itulah peranan Allah, sedangkan untuk mewujudkan peranan Allah di kehidupan manusia perlu adanya Rububiyah (aturan), Mulkiyah (kekuasaan), dan Ubudiyah (ketaatan) Allah, itulah tiga unsur Dien yang harus ada dan ditegakkan dalam kehidupan manusia.

Cara Menegakkan Dien

Dalam menegakkan dibutuhkan cara atau strategi, cara menegakkan Dien tersebut terdapat dalam Al Quran itu sendiri. Jadi kita harus paham Al Quran yaitu paham bahasa Mutasyabihat. Karena Al Quran diturunkan dalam dua bahasa yaitu

  1. bahasa Muhkamat, merupakan bahasa yang jelas yang berisi tentang hukum,
  2. bahasa Mutasyabihat merupakan bahasa perumpamaan yang berisi tentang sejarah (surat 12 ayat 111) dan fenomena Alam (surat 3 ayat 190).

Sedangkan strategi menegakkan Dien terdapat dalam bahasa Mutasyabihat. Tujuan Allah menurunkan bahasa Mutasyabihat adalah untuk meringkas kisah umat terdahulu agar menjadi singkat dan gamblang, dan karena Al Quran adalah Kitab strategi jihad untuk menegakkan Dien Allah yang tidak boleh diketahui oleh musuh-musuh Allah atau orang-orang musyrik.

Sehingga kalau kita mau berjihad dengan menggunakan AlQuran (surat 25 ayat 52),

فَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَجَٰهِدۡهُم بِهِۦ جِهَادٗا كَبِيرٗا ٥٢

52. Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar

bukan jadi teroris, demo, boom, dan kekerasan.

Al Quran telah mewujudkan diri-Nya dalam tiga dimensi yaitu Hudan, Bayinat, dan Furqon (Surat 2 ayat 185 ):

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ١٨٥

185. Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

1. Hudan /Petunjuk /Teori

Al Quran adalah petunjuk bagi manusia yang bersifat ilmu teori /konsepserta bersifat matrik dan matematis. Tanpa petunjuk manusia tidak bisa mengabdi kepada Allah dengan benar.

2. Bayinat /Bukti /Faktual Sepanjang Masa.

Al Quran bukan sekedar teori .tapi harus ada bukti nyata dalam kehidupan sehari-hari di dunia ini. Oleh sebab itu, kita harus aktif dalam berquran. Allah akan membuktikan konsep yang ada dalam Al Quran secara periodik yang sesuai dengan ketetapan waktunya , karena Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur (surat 23 ayat 52).

وَإِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ وَأَنَا۠ رَبُّكُمۡ فَٱتَّقُونِ ٥٢

52. Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku

3. Furqon /Sikap /Pembeda antara yang Haq dan yang Bathil.

Kalau manusia sudah menjadikan Al Quran sebagai petunjuk hidupnya dalam beribadah kepada Allah dan manusia sudah mengaplikasikannya,maka pasti akan mendapat Furqon. Dan agar kita bisa mendapat Furqon ,kita harus taqwa kepada Allah (surat 8 ayat 29).

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَتَّقُواْ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّكُمۡ فُرۡقَانٗا وَيُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَيِّ‍َٔاتِكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ ٢٩

29. Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar

Kalau kita paham AlQuran itu merupakan karunia terbesar (surat 10 ayat 58),

قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ ٥٨

58. Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”

dan hanya orang-orang tertentu saja yang akan menjadi hamba pilihan Allah,yaitu orang-orang yang memiliki kemauan (surat 36 ayat 11)

إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلذِّكۡرَ وَخَشِيَ ٱلرَّحۡمَٰنَ بِٱلۡغَيۡبِۖ فَبَشِّرۡهُ بِمَغۡفِرَةٖ وَأَجۡرٖ كَرِيمٍ ١١

11. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia

untuk mengabdikan dirinya kepada Allah secara benar. Dan orang-orang yang sudah /bisa Furqon (Mampu membedakan mana yang haq dan mana yang bathil) mereka itulah orang-orang yang sudah mendapat petunjuk (surat 3 ayat 4)

مِن قَبۡلُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَأَنزَلَ ٱلۡفُرۡقَانَۗ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِ‍َٔايَٰتِ ٱللَّهِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدٞۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٞ ذُو ٱنتِقَامٍ ٤

4. sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa)

dan berada dijalan-Nya Allah.

Demikianlah pemahaman tentang Al Quran yang intinya bahwa Al Quran adalah bukan kitab suci dalam bentuk lembaran-lembaran yang disusun menjadi sebuah buku (existency), tapi Al Quran merupakan kitab Allah (ketetapan Allah) dalam Alam semesta yang harus diwujudkan dalam kehidupan manusia.

Sehingga yang dimaksud Al Quran adalah Ilmu Allah tentang sistem hidup dan kehidupan, agar dengan ilmu yang telah dimushafkan manusia bisa lebih mudah dan paham akan hakekat dirinya yang harus mengabdikan dirinya kepada Allah berdasarkan Dien Islam sebagaimana pula Alam semesta, bukan sekedar itu.

Al Quran juga merupakan kitab strategi jihad didalam menegakkan Dien Islam di muka bumi ini (surat 25 ayat 52).

فَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَجَٰهِدۡهُم بِهِۦ جِهَادٗا كَبِيرٗا ٥٢

52. Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar

Oleh sebab itu marilah kita bangkit dari hidup ini dengan memahami Al Quran , karena Al Quran adalah petunjuk bagi yang mau bangkit (surat 17 ayat 9)

إِنَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَهۡدِي لِلَّتِي هِيَ أَقۡوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرٗا كَبِيرٗا ٩

9. Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu´min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar

karena hanya dengan Al Quran lah manusia bisa hidup berdasarkan ridho Allah dan bisa mengabdi kepada Allah dengan benar , jadi selain berdasarkan Al Quran maka penagabdian manusia sia-sia, karena Al  Quran adalah satunya-satunya kebenaran yang datangnya dari Allah /satu-satunya kebenaran hakiki (surat 2 ayat 147).

ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ ١٤٧

147. Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu

Prev 1 of 8 Next
Prev 1 of 8 Next
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x