Fakta tentang khilafah

Fakta tentang khilafah, Sering kita mendengar tentang istilah Khilafah dibawa-bawa dalam dakwah suatu ormas yang notabene adalah ormas Islam, bahkan sewaktu periode kampanye pemilihan baru-baru ini

salah satu calon yang mencalonkan sebagai presiden,

pasti pernah kita dengar !

calon tersebut menyebut istilah ini, untuk merangkul ormas Islam, namun kenyataannya,

calon tersebut malah berbalik mendukung penguasa yang telah terpilih dengan alasan menerima jabatan tersebut karena dia adalah seorang negarawan yang peduli akan nasib bangsa.

Begitulah permainan dalam bangku politik dan kekuasaan, dan sangat lah sulit mempercayai janji-janji dari aktor politik di masa sekarang

wajar apabila sebagai umat Islam merasa lelah dengan sistem Demokrasi saat ini, dan mudah untuk diperdaya untuk mengikuti gerakan yang membawa-bawa konsep Khilafah, walaupun gerakan tersebut mengarah kepada terorisme.

Faktanya, Khilafah yang dibangun oleh Muhammad, bukanlah hanya untuk bangsanya

melainkan bertujuan sebagai rahmat bagi alam semesta, atau apabila dibahasakan dalam bahasa di dalam Al Quran adalah rahmatan lil alamin.

Berbicara tentang rahmat tersebut, maka, berbicara tentang kasih sayang yang diberikan oleh Tuhan kepada alam semesta

artinya, Khalifah didirikan sebagai perwujudan kasih sayang Tuhan kepada seluruh alam semesta, termasuk segala isinya, dan manusia termasuk di dalamnya.

Maka, faktanya, Khilafah bukan hanya ditujukan untuk satu agama atau satu umat saja, melainkan untuk seluruh umat manusia

konsep sistem kepemimpinan yang dibawa oleh Muhammad adalah konsep sistem kepemimpinan satu-satunya yang harus digunakan oleh umat manusia

apapun latar belakang agama atau keyakinan manusia tersebut, konsep Khalifah harus lah diterima sebagai sistem hidup yang benar, atau sistem hidup satu-satunya yang berlaku di muka bumi.

Sejarah Khilafah

sahabat pembaca fakta kebenaran, Mendengar istilah Khilafah, masyarakat di seluruh penjuru dunia, merasa fobia, dikarenakan istilah inilah yang menjadi tujuan aksi terorisme (kekerasan) yang tidak berperikemanusiaan.

Namun, bagaimana sejarah Khilafah itu sendiri ?

Apakah benar cara seperti terorisme (makar) adalah cara satu-satunya menggulingkan rezim saat ini ?

Padahal, Tuhan Semesta Alam (Tuhan Semesta Alam) lah yang berhak mengganti kekuasaan manusia di muka bumi, baik kekuasaan yang membawa berkat maupun kutuk.

Sejatinya, fitrah (fungsi) manusia diciptakan adalah menjadi Khalifah (pemimpin) dan sistem yang sejati bagi manusia untuk mengatur segala sendi hidup dan kehidupan manusia adalah Khilafah.

Sahabat Pembaca fakta tentang khilafah, Bagaimana sejarah Khilafah yang sebenarnya ?

Faktanya, Khilafah sudah ditegakkan semenjak zaman Nabi Adam AS, dalam ketiga ajaran samawi, tidak asing mendengar nama Nabi Adam AS sebagai sosok yang dijadikan cikal bakal dari sejarah peradaban manusia.

Nabi Ibrahim (Abraham)

Sejarah membuktikan bahwa Khilafah atau sistem kepemimpinan yang diajarkan oleh Tuhan Semesta Alam juga diajarkan kepada Nabi Ibrahim atau Nabi bagi umat Islam

dan Nabi Abraham bagi umat Yahudi maupun Nasrani. Hal ini lah yang sebenarnya harus diluruskan, konsep Khilafah sudah ada sejak Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS, Nabi Musa AS, Nabi Yesus Kristus atau Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW.

Bukan bermaksud melecehkan agama manapun dengan menyama-nyamakan Nabi-nabi tersebut pada masing-masing agama, karena bagaimanapun

Nabi-nabi tersebut adalah Nabi-nabi yang diceritakan di dalam Kitab agama samawi maka apakah sesuatu yang salah jika kita berpendapat bahwa Tuhan kita sama karena mengutus Nabi-nabi yang sama kepada manusia. Sejarah para Nabi membuktikan kepada kita

konsep Khilafah adalah konsep satu-satunya untuk memimpin manusia, karena berasal dari Tuhan Semesta Alam.

Adakah Khilafah Dalam Al Quran?

Sahabat Pembaca fakta kebenaran, Secara Bahasa, kata Khilafah berarti Kekuasaan, pergantian. Sifat dari kekuasaan itu sendiri selalu berganti, baik kekuasaan kafir-musyrik maupun kekuasaan mukmin.

Pergantian kekuasaan itu selalu terjadi, baik cakupan lokal maupun global.

Jadi, kata khilafah pada dasarnya bersifat umum untuk semua kekuasaan. Kata khilafah sendiri adalah bentuk mashdar (infinitif) dari kata khalafa-yakhlifu-khilafatan, yang berarti mengganti.

Pengertian ini dapat dilihat dalam surat Al-A’raf {7} ayat 142.

Istilah Khilafah secara Bahasa

Secara istilah, kata khilafah diartikan sebagai institusi kepemimpinan atau kekuasaan dalam Din Al-Islam.

Meskipun kata khilafah (kekuasaan;kepemimpinan) bersifat umum, baik kekuasaan kafir-musyrik maupun mukmin,

akan tetapi dalam pemakaiannya selalu disandarkan pada institusi kekuasaan atau kepemimpinan islam sebagai lawan dari kekuasaan negara-negara bangsa (nasionalis-pluralis).

Dengan demikian, khilafah adalah suatu institusi kepemimpinan atau kekuasaan islam yang menjalankan tugas kekhilafahan yang diberikan oleh Sang Pemberi Kuasa (Tuan Semesta Alam) atau disebut juga dengan Kerajaan Allah.

Adapun istilah khalifah adalah seseorang yang memimpin institusi khilafah. Seorang Khalifah adalah orang yang datang kemudian dan posisinya menggantikan orang (khalifah) sebelumnya.

sahabat pembaca fakta tentang khilafah, Dalam sejarah, gelar khalifah pernah disematkan kepada Abu Bakar sebagai pemimpin ummat pasca wafatnya Rasulullah Muhammad.

Beberapa varian kata yang memilki makna yang sama dengan kata khalifah, misalnya, imam yang berarti pemimpin yang diikuti dan diteladani.

Kata lain yang juga memiliki makna yang sama dengan khalifah dan imam adalah amir al-mu’minin, sulthan, dan malik.

Arti Sebenarnya Khilafah

Dalam literature (politik islam), khilafah merupakan salah satu tema pokok yang dikaji dan diperbincangkan. Bahkan,

wacana khilafah telah menjadi tofik khusus yang diperdebatkan dikalangan politisi hingga saat ini.

Pengusung khilafah selalu dianggap sebagai kelompok radikal, ekstrimis, atau fundamentalis yang anti-nasionalis dan anti-demokrasi.

Khalifah dianggap sebagai ancaman terhadap demokrasi dan kekuasaan negara-negara bangsa.

Ketakutan dan kecurigaan terhadap konsep khilafah muncul akibat gagal dalam memahami Din Al-Islam dan gagal dalam memahami ayat-ayat Allah tentang khilafah.

Sekarang ayo kita buka wawasan yang benar fakta tentang khilafah bukan menjadi fobia karena sebuah doktrin yang tanpa dasar,

tanpa khilafah yang menurut pandangan kitab suci, maka dipastikan kehidupan manusia akan kacau dan berantakan serta penuh kesengsaraan.

Perbedaan Khilafah dan Khalifah

sahabat pembaca fakta tentang khilafah, Sebagaimana telah ditegaskan pada tulisan sebelumnya,

bahwa khilafah adalah intsitusi politik yang dipimpin seorang khalifah jadi sangat jelas yang dimaksud khalifah adalah orang yang memimpin instistusi kekhalifahan,

secara khusus lembaga khilafah atau imamah dalam politik islam memiliki dua kedudukan utama, yakni:

Pertama, khilafah (imamah) pada hakikatnya adalah wakil;pengganti;mendataris Allah sebagai Pemilik Kekuasaan tertinggi dialam semesta yang berhak untuk mengatur seluruh mahkluk ciptaanNYA.

Kedua, khilafah sebagai lembaga pemerintahan dalam memimpin dan mengatur segala urusan ummat (rakyat).

Seorang khalifah atau imam adalah pemimpin tertinggi didalam system khilafah (Imamah) dan ummat diharuskan untuk mengikutinya.

Alegoris kedudukan seorang khilafah sama dengan seorang imam dalam sholat berjamaah, dimana Jemaah sholat harus mengikuti intruksi imam shalat.

Khilafah sebagai suatu sistem pemerintahan yang pernah eksis didunia adalah fakta sejarah.

dan pernah dicontohkan oleh para Rasul-Nya termasuk Rasullah Muhammad SAW, Khulafa al-rasyidin, para khilafah bani umayyah dan bani abbasiyah.

Ironinya, akhir-akhir ini diberitakan diberbagai media tentang pemikiran dan aspirasi politik kelompok islam yang mencoba untuk menegakkan system khilafah ditentang oleh kelompok mayoritas khusunya dinusantara.

Pertanyaannya jika mereka mengaku pengikut Para Rasul Allah baik Musa AS, Isa AS dan Muhammad SAW yang notabene para Rasul itu diutus untuk menegakkan khilafah lalu kita sebut apa orang-orang yang menentang khilafah tersebut?

Sekali lagi ini terjadi dikarenakan gagal dalam memahami makna sesungguhnya tentang khilafah secara benar menurut kitab suci,

siapapun yang sedang berkuasa dan memimpin itu disebut khalifah dan intitusi kepemimpinan apapun disebut khilafah.

Tinggal masalah legitimasi kepemimpinan sekarang sesuai Sunnah Rasul Allah atau tidak, selamat berfikir.

Konsep Khilafah Zaman Now

sahabat pembaca fakta kebenaran, Bagi masyarakat Indonesia, yang punya kepedulian akan nasib bangsanya, sudah barang tentu mencari solusi akan nasib bangsanya,

termasuk para tokoh-tokoh, pemerhati bangsa, pemuda-pemudi yang aware dengan nasib bangsanya,

dan dari berbagai kalangan yang masih peduli akan masa depan bangsa dan negaranya yang telah merdeka dari sejak lama.

Sehingga, kepedulian tersebut menimbulkan sikap yang kritis dalam mencari dan menimbang kekurangan dalam menjalankan pemerintahan, dalam hal,

sudah sempurnakah bangsa ini menjalankan sistem Demokrasi ?

namun dilain pihak, sebagian besar umat Islam di Indonesia, juga menginginkan sistem Khilafah menjadi sistem yang diterapkan di Indonesia.

Berbicara Demokrasi, maka berbicara tentang sistem dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Terdapat kebebasan dalam hal mengeluarkan pendapat, mengkritik dan bahkan berujung menggulingkan kekuasaan,

sehingga ada beberapa kalangan yang berfikir untuk mendirikan Khilafah di Indonesia sebagai solusi masalah bangsa,

dan kemudian mereka yang berkeinginan tersebut dianggap berencana untuk berbuat makar,

Faktanya, dalam kondisi zaman Now, sulit untuk bisa mendirikan Khilafah, karena tidak mungkin terdapat hukum di dalam hukum,

atau istilah Al Kitab, mengabdi dua tuan, maka, bagi yang paham Khilafah adalah berbicara ruang lingkup dunia,

maka bukanlah hal yang mudah menganut Khilafah, karena tidak ada negara Khilafah yang menjadi superpower seperti halnya di zaman Nabi Muhammad saw.

Negara-negara yang Menganut Khilafah

sahabat pembaca fakta tentang khilafah, Bagi masyarakat dunia, sebenarnya tidak merasa asing dengan sebutan Khilafah, karena bagaimanpun, negara yang penduduknya sebagian besar menganut agama Islam,

pasti memilih hukum Islam atau hukum dalam Al Qur’an sebagai hukum yang menjadi landasan dalam mengatur bangsa dan negaranya.

Pertanyaannya, bagi kita yang mau berfikir atau mempergunakan akal kita, bisakah hukum tersebut dilaksanakan secara kaffah atau keseluruhan ?

Faktanya, kerajaan-kerajaan Islam yang terdapat di dunia, yang menggunakan hukum Islam sebagai aturan dalam menjalankan sistem pemerintahannya,

tidak ada satupun yang sepenuhnya merdeka atau melaksanakan hukum yang terdapat di dalam Al Qur’an agar dapat mengadili rakyatnya.

Terdapat aturan yang membatasi gerak dari kerajaan-kerajaan Islam tersebut, yaitu hukum dalam perserikatan bangsa-bangsa,

ada negara superpower yang mengendalikan seluruh negara di dunia,

sehingga, apabila ada negara yang tidak mengikuti aturan baku yang ditetapkan negara superpower tersebut maka yang terjadi adalah sanksi tegas dari negara superpower tersebut.

Begitu pula bagi penganut agama Yahudi maupun Nasrani, karena baik Nabi Yesus (Nabi Isa as) pun membicarakan tentang mengadakan hukum Taurat yang dibawa oleh Nabi Musa as,

untuk melaksanakan hukum Tuhan Semesta Alam yang diajarkan Bapak mereka, yaitu Nabi Abraham (Nabi Ibrahim as), sama halnya seperti Nabi Muhammad saw,

ketiganya sama-sama tidak bisa sepenuhnya melaksanakan secara keseluruhan hukum TSA tersebut.

Tujuan dari Khilafah

Bagi umat islam, tentu sangat merindukan akan hadirnya Khilafah atau sistem kepemimpinan yang mampu mengatur segala sendi dalam kehidupan manusia seperti halnya yang diajarkan Nabi Muhammad saw.

Faktanya, konsep yang ditawarkan dari berbagai kalangan mengenai Khilafah tersebut hanyalah seperti fatamorgana,

sehingga sebagai umat Islam, merasa pesimis dan apatis terhadap siapapun yang menerangkan konsep Khilafah yang sejatinya adalah fitrah manusia.

Seperti kita ketahui bersama,

tujuan hidup manusia adalah mampu menjadikan dirinya sebagai manusia contoh atau pemimpin yang merefleksikan sifat-sifat TSA dalam dirinya,

namun pada kenyataannya, sangat sulit menjadi pribadi tersebut,

dan manusia lebih condong berbuat kerusakan dari pada berbuat yang mengarah kepada kebaikan.

Faktanya, Khilafah merupakan pencapaian yang harus diraih atau ditegakkan oleh seluruh umat manusia,

karena tujuan dari berdirinya Khilafah adalah untuk menjadikan rahmat bagi alam semesta,

termasuk manusia di dalamnya, dan kondisi sosial manusia (peradaban)

sehingga tidak akan ada lagi namanya kekacauan, pertikaian, permusuhan, dan pertumpahan darah,

semuanya hidup harmonis sesuai dengan hukum-hukum yang ditegakkan dalam Khilafah.

Dasar-dasar dalam Khilafah

Berbicara mengenai dasar-dasar dalam Khilafah, berkaitan erat dengan apa saja yang terdapat dalam sistem kepemimpinan yang mengatur umat manusia,

seperti yang telah kita ketahui bersama, berbicara Khilafah adalah berbicara tentang kekuasaan secara umum atau universal.

Apakah konsep Khilafah adalah sesuatu yang harus diperjuangkan oleh seluruh umat manusia?

Bagaimanapun manusia tidak bisa hidup tanpa ada aturan (hukum)

yang memimpin manusia untuk bertingkah laku adil dalam hal mengelola kehidupan sosial manusia maupun alam semesta.

Karena tanpa adanya tata kelola yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin dunia tersebut,

tidak mungkin adanya keharmonisan, kesetimbangan, keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.

Dalam membangun Khilafah, terdapat dasar-dasar yang menjadi pondasi dalam Khilafah tersebut agar Khilafah tersebut berfungsi dengan baik,

dasar yang pertama adalah harus ada hukum yang tepat atau selaras dengan keinginan sang pencipta atau fitrah bagi manusia.

Kedua, di dalam Khilafah. Mengharuskan adanya sosok pemimpin atau imam yang menjadi manusia contoh yang berkarakter Asmaul Husna atau sifat-sifat Tuhan Semesta Alam.

Dan ketiga, harus ada umat atau masyarakat yang taat terhadap segala hukum yang menjadi aturan dalam Khilafah.

Seperti itulah, bagian-bagian dasar yang menjadi pondasi dalam menegakkan Khalifah (kekuasan) yang mampu menjadi rahmat bagi alam semesta.

Prev 1 of 9 Next
Prev 1 of 9 Next
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x