Aturan Allah, Aturan Para Rasul, Aturan Ummat Manusia Berdasarkan Kitab-Kitab Allah

Dalam mengelola tatanan kehidupan semesta alam, Allah memiliki aturan Nya sendiri dalam mengatur kesetimbangan semesta, sebuah evolusi bumi mengelilingi matahari, bulan mengelilingi bumi merupakan suatu aturan atau ketetapan dari Allah sebagai Tuan dari seluruh Alam, tidak layak bagi ciptaan Sang Tuan untuk melanggar ataupun melenceng dari apa yang telah ditetapkan-Nya.

Demikian pula dengan makhluk ciptaan-Nya seperti binatang hewan dan tumbuhan mereka tunduk dalam suatu ketetapan yang disebut dengan siklus rantai makanan. tidak ada satu makhluk pun yang melanggar ketetapannya ini, seekor kerbau tidak pernah memangsa kelinci, dan seekor harimau tidak pernah memakan rumput, tidak pula seekor ikan hidup dan mencari makan di pohon dan seekor burung hidup dan mencari makan didasar lautan melainkan sudah ada ketetapan yang diberikan kepada mereka.

Aturan Allah dan Aturan Para Rasul

Kepada manusia Allah memberikan mandat khusus dalam mengatur segala apa yang ada dilangit dan segala apa yang ada dibumi,

Kejadian 1:26-28:

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Al-Jaatsiyah : 13

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.

Dalam mengatur dan mengelola alam manusia tidak dapat keluar dari aturan dan ketetapan yang telah diberikan oleh Allah dengan mengutamakan keseimbangan.

BACA Kemusyrikan Adalah Kezaliman yang besar

Karena Allah sendiri telah menciptakan segala sesuatunya dengan keseimbangan layak-nya siang dan malam, matahari dan bulan, panas dan dingin, terang dan gelap, pria dan wanita, segalanya diciptakan dalam kesepasangan dan kesetimbangan.

Ar-Rahman 55:7

وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلْمِيزَانَ

Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,

أَلَّا تَطْغَوْا۟ فِى ٱلْمِيزَانِ

agar kamu jangan merusak keseimbangan itu,

وَأَقِيمُوا۟ ٱلْوَزْنَ بِٱلْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا۟ ٱلْمِيزَانَ

dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.

Pengelolaan yang dijalankan oleh manusia tidak dapat melangkahi dari esensi ketuhanan, dimana manusia hanyalah sebagai pengabdi Tuhan sementara manusia sebagai Hamba, maka sudah selayak nya aturan yang diterapkan merupakan aturan dan ketetapan dari Allah bukan sebaliknya dengan mengelola semesta alam dengan menggunakan aturannya sendiri.

Manusia hari ini merasa kebingungan dikarenakan gagal paham dalam memahami konsep pengabdian kepada Allah atau Tuan bagi semesta alam, manusia hari ini menganggap bahwa hari ini mengabdi kepada Allah cukup hanya dengan mengagung-agungkan dan membesarkan nama Allah, Allah memang sudah Maha Agung dan Maha Besar tanpa perlu di agung-agungkan dan dibesar-besarkan. padahal manusia hanya perlu mengabdi kepada Allah dengan menjalankan segala perintah Nya dan Menjauhi segala larangan Nya yang disebut dengan ATURAN.

maka bagaimanakah jika manusia melanggar aturan ini mari kira simak Firman Allah ini :

Ulangan 28:15-18:

  “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:

Terkutuklah engkau di kota dan terkutuklah engkau di ladang.

Terkutuklah bakulmu dan tempat adonanmu.

Terkutuklah buah kandunganmu, hasil bumimu, anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.

Ar-Rum 30:41

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)

Dan bagaimana pula jika manusia  menjalankan apa yang telah menjadi ketetapan Allah

Ulangan 28:1-5:

  “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:

Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.

Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.

Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.

Al-A’raf 7:96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

ini- lah merupakan jawaban atas fenomena alam dan sosial yang dewasa ini membuat kita kebingungan dengan berbagai macam bencana alam yang terjadi tanpa henti dan pertikaian yang tiada habisnya disekitar kita. satu pertanyaan bagi kita semua adakah kita telah mengabdi kepada Allah dengan cara yang benar?

Aturan Ummat Manusia Berdasarkan Kitab-Kitab Allah

Dalam dunia ini terdapat satu hukum yang secara absolute berlaku namun tidak terlihat yaitu hukum sebab-akibat, sudah sewajarnya jika kita menebang hutan dengan serakah maka banjir dan longsor menjadi akibatnya. begitu pula dalam kita hidup di bumi Allah ini ketika kita tidak menerapkan aturan Allah dalam mengelola segala apa yang ada dilangit dan bumi maka bentuk kehidupan kutuk lah yang kita jalani dan juga sebaliknya jika kita menerapkan kembali aturan Allah maka bentuk kehidupan berkatlah yang kita jalani.

BACA Dien tidak sama dengan Agama

Bentuk dua kehidupan inilah yang disebut dengan kehidupan siang dan malam dimana kehidupan siang berlaku aturanNya dan kita hidup dalam kondisi berkat sedangkan malam adalah kehidupan dimana tidak berlaku aturanNya dan kita hidup dalam kondisi kutuk.

lantas sudahkah kita menerapkan Aturan Allah?

Diutusnya seorang Rasul adalah untuk menyampaikan kepada umat manusia akan konsep pengabdian kepada sang pencipta dengan cara yang benar yaitu dengan menggunakan aturan Allah dalam hidup dibumi ini. mari kita simak firman Allah

Matius 12:17-21:

 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:

“Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.

Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.

Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”

Asy-Syu’ara’ 26:107-109

إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ

Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَمَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

Al-Ma’idah 5:46

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم بِعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِۖ وَءَاتَيْنَٰهُ ٱلْإِنجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

namun khalayak umum dan kaum agamis beranggapan bahwa aturan yang dibawakan oleh setiap rasul yang diutus berbeda hal ini menjadi perdebatan yang panjang tanpa ada habisnya, saling menyalahkan, merasa diri yang paling benar, dan tanpa dasar ilmu menjadi permasalahan hingga tidak dapat menemukan benang merahnya, benarkah yang dibawakan setiap rasul berbeda, benarkah demikian? mari kita kembali kepada kitab kitab Allah :

Riba :

Aali-Imran 3:130

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوا۟ ٱلرِّبَوٰٓا۟ أَضْعَٰفًا مُّضَٰعَفَةًۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

Imamat 25:36:

 Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu.

Qisas :

Ulangan 19:21:

Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.”

Al-Baqarah 2:178

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَىۖ ٱلْحُرُّ بِٱلْحُرِّ وَٱلْعَبْدُ بِٱلْعَبْدِ وَٱلْأُنثَىٰ بِٱلْأُنثَىٰۚ فَمَنْ عُفِىَ لَهُۥ مِنْ أَخِيهِ شَىْءٌ فَٱتِّبَاعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَٰنٍۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌۗ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) qisas berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi barangsiapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, dan membayar diat (tebusan) kepadanya dengan baik (pula). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barangsiapa melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih

Al-Ma’idah 5:45

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَآ أَنَّ ٱلنَّفْسَ بِٱلنَّفْسِ وَٱلْعَيْنَ بِٱلْعَيْنِ وَٱلْأَنفَ بِٱلْأَنفِ وَٱلْأُذُنَ بِٱلْأُذُنِ وَٱلسِّنَّ بِٱلسِّنِّ وَٱلْجُرُوحَ قِصَاصٌۚ فَمَن تَصَدَّقَ بِهِۦ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَّهُۥۚ وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisas-nya (balasan yang sama). Barangsiapa melepaskan (hak qisas)nya, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zhalim.

Perzinahan :

An-Nur 24:2

ٱلزَّانِيَةُ وَٱلزَّانِى فَٱجْلِدُوا۟ كُلَّ وَٰحِدٍ مِّنْهُمَا مِا۟ئَةَ جَلْدَةٍۖ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِى دِينِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌ مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.

Ulangan 22:23-24:

Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia,

maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

Dari beberapa Firman-firman Allah di atas dapat kita lihat bahwa tradisi apa yang dibawakan oleh para rasul merupaka warisan pada setiap zamannya mereka memberikan pewartaan yang sama bahwa manusia harus mengatur semesta alam dengan aturannya Tuhan bukan dengan aturannya manusia.

mari kita lihat sebuah pewartaan yang dibawa oleh yesus.

Matius 5:17-18 :

  “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

dari ayat ini menjelaskan bagaimana yesus meneruskan perjuangan musa dalam menetapkan aturan Allah. yesus tidak sama sekali meniadakan hukum taurat melainkan menggenapi apa yang telah ditinggalkan oleh bani israel, wasiat dan warisan itu akan terus berlanjut hingga kepada kita saat ini. karena kita adalah manusia yang mengabdi kepada Tuhan pemilik seluruh alam dengan menggunakan aturan yang telah ditetapkannya.

Asy-Syura 42:13

شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحًا وَٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِۦٓ إِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰٓۖ أَنْ أَقِيمُوا۟ ٱلدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا۟ فِيهِۚ كَبُرَ عَلَى ٱلْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِۚ ٱللَّهُ يَجْتَبِىٓ إِلَيْهِ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).

wasiat ini bahkan telah ada dari dahulu sebagai mana pula telah di wasiatkan kepada nuh, musa, yesus muhammad dan termasuk kepada kita manusia. maka dari pada itu tidak boleh ada manusia yang mengatur dengan aturan manusia, karena manusia akan menggantikan posisi Tuhan semesta alam sebagai pengatur yang paling tinggi, oleh karena itu tidak ada yang boleh dan berhak mengatur manusia lainnya kecuali Tuhan semesta alam. dengan mengembalikan aturan Allah maka kita telah kembali mengabdi kepada Tuhan semesta alam sesuai dengan kodrat (Fitrah) dari penciptaan itu sendiri.

Ar-Rum 30:30

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًاۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَاۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Din*; (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

Prev 1 of 8 Next
Prev 1 of 8 Next
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x